Kita telah mengetahui teknologi yang berada di sekitar kita. Tapi, apakah kita mengetahi apa itu teknologi sebenarnya, seperti apa teknologi dalam kehidupan sosial kita, dan bagaimana kemajuan teknologi di dunia. Oleh karena itu, dalam bahasan ini kita akan melihat sifat teknologi dalam budaya, pengertian teknologi serta perkembangannya. Pertanyaan tentang kenetralan Beberapa pendapat menyatakan bahwa teknologi dinilai netral dari segi budaya, moral dan politik yang menyediakan alat mandiri sistem nilai yang bisa digunakan untuk mendukung gaya hidup yang berbedabeda.
Teknologi dikatakan tidak bermoral jauh dari nilai dan sebagai alat untuk digunakan dalam keadaan baik atau sakit. Maksudnya adalah jika orang merasa terancam akan destruksi nuklir, dampak polusi yang mengandung bahan kimia maka itu kita tidak dapat menyalahkan teknologi akan tetapi kita harus menyalahkan pihak-pihak lain yang telah menggunakannya dengan cara salah yang menimbulkan dampak pada orang banyak.

Bagian dari himpunan informasi tentang ilmu atau pengetahuan yang bersifat
preskriptif, yaitu memberikan petunjuk atau resep tentang bagaimana membentuk, atau menciptakan, ataupun tentang bagaimana cara mengoperasikan suatu sistem,disebut teknologi.
Telah dikemukakan terdahulu bahwa ilmu atau pengetahuan yang tergolong
sebagai science terkait erat dengan upaya untuk memahami struktur fenomena yang dijumpai dalam kehidupan. Upaya semacam itu tentunya dilakukan oleh sesuatu masyarakat bila di dalam tatanan nilai budayanya upaya untuk memahami struktur fenomena yang dijumpai dalam kehidupan dipandang penting dan karenanya merupakan upaya yang berharga ataupun dihargai.

Dalam hal ini ada dua titik penting yang dapatdiperhatikan yaitu pertama teknologi cenderung fokus pada prinsip-prinsip umum dan tidak mempersiapkan diri dalam hal spesifik. Tapi, aspek manusia pada teknologi organisasinya dan kebudayaan tidak dapat dipersempit menjadi prinsip umum, membutuhkan mata yang menyelidiki kasus lebih melihat dari keseluruhan terjadinya teknologi dengan pendekatan yang sistematis. Titik kedua yang berhubungan dengan aspek budaya dari praktek teknologi, cenderung berada dibalik masalah yang terjadi.

Penciptaan sistem-sistem melalui upaya-upaya teknologis dapat menghasilkansistem-sistem yang memperbaiki tata kehidupan masyarakat, tetapi dapat pulamenciptakan sistem-sistem yang justru mengganggu, bahkan menghancurkan tatakehidupan. Gangguan yang diakibatkan dari pemfungsian sistem-sistem ciptaan tersebut ada yang langsung teramati atau terasakan, dan ada pula yang lambat teramati atau disadari. Dan pada dasarnya, setiap sistem yang tercipta sebagai hasil upaya teknologis, selalu mengandung dua hal, yaitu disatu sisi menyelesaikan persoalan di dalam memenuhi bekutuhan orang ataupun masyarakat, tetapi di sisi lain mengandung bibit-bibit persoalan baru.

Dalam kaitan dengan yang terakhir ini, Hommes(2) mengemukakan bahwa,
informasi IPTEK yang bersumber dari sesuatu masyarakat lain tak dapat lepas dari landasan budaya masyarakat yang membentuk informasi tersebut. Karenanya di tiap informasi IPTEK selalu terkandung isyarat-isyarat budaya masyarakat asalnya. Selanjutnya dikemukakan juga bahwa, karena perbedaan-perbedaan tata-nilai budaya dari masyarakat pengguna dan masyarakat asal teknologinya, isyaratisyarat tersebut dapat diartikan lain oleh masyarakat penerimanya. Akibat dari itu, cara pengoperasian teknologi di sesuatu masyarakat yang bukan merupakan masyarakat pencipta teknologinya, tidak sepenuhnya bersesuaian dengan cara pengoperasiannya di lingkungan masyarakat asal teknologi tersebut.

Pada umumnya, penyerapan teknologi dari negara maju oleh negara berkembang yang berbeda tata-nilai budayanya mengakibatkan terjadinya degradasi kinerja (performance) dari teknologinya, atau meningkatkan risiko terjadinya gangguangangguan tata lingkungan dan tata-kehidupan akibat pengabaian cara-cara tertentu yang menjadi syarat pengoperasian teknologi tersebut dengan benar.
Selain daripada itu, bila dihadapi persoalan di dalam pengoperasian teknologinya, dalam berbagai hal penyelesaiannya memerlukan dukungan jasa teknis dengan kemampuan yang diluar jangkauan kemampuan masyarakat penerima/pengguna teknologi tersebut. Keadaan semacam itu dapat menimbulkan ketergantungan yang terlalu tinggi kepada masyarakat asal dikembangkannya teknologi yang bersangkutan.
Hal-hal yang dikemukakan tersebut sering berdampak merugikan bagi masyarakat penerima teknologi, antara lain timbulnya kelemahan daya saing dalam memasuki pasaran internasional, berkaitan dengan biaya-biaya yang terkait dengan persoalanpersoalan yang dikemukakan terdahulu.
Berkaitan dengan yang dikemukakan diatas, bila kadar teknologi yang dihasilkan sendiri oleh masyarakat penggunanya lebih tinggi, dalam banyak hal industri yangmemfungsikan teknologinya mempunyai kinerja yang lebih baik dan tingkatkeandalannya lebih tinggi. Perlu dicatat bahwa hal ini benar kalau prosespengembangan teknologinya tidak melanggar kaidah-kaidah berteknologi. Perludicatat bahwa hal ini tidak berarti bahwa suatu masyarakat perlu menutup diri darimasukan-masukan teknologi dri masyarakat lain.